
Problema datang menghampiri, menyalami tangan menyentuh jemari. Terkadang datang menghujani dan membasahi. Hadir dalam rupa yang tak selalu sama. Begitulah perjanannya mengjelajahi setiap jiwa. Tak satupun jiwa yang luput dari sentuhannya. Terkadang menenggelamkan jiwa yang tak mampu menerima kehadirannya, namun ada jiwa-jiwa yang mampu keluar dari lembah problema dilaluinya.
Problema hadir sebagai dinamika hidup. Problema juga membuat manusia berfikir dan melakukan sesuatu untuk melaluinya. Bagi manusia yang bijaksana menanggapinya, tentu akan mendapatkan sesuatu yang berharga dan menjadikan sebuah proses pembelajaran bagi manusia tersebut. Ia menjadikannya sebagai ajang berpikir dan berbuat untuk keluar dari ruangan yang bernama problema.
Proses yang dilalui setiap manusia dalam menghadapi gelombang promlema tentu tidak sama. Ada manusia yang tidak bisa menyelesaikan teka-teki hidup(problema) dalam waktu yang singkat. Ada juga manusia yang melaluinya dengan proses yang panjang. Ada orang yang lari menjauh namun tetap dikejar problema dan menghantuinya. Ada orang yang mempelajari, memahami dan melakukan usaha untuk menyelesaikannya dan menemui hasil yang memperkaya jiwanya dan membuat hidupnya mempesona. Problema bukanlah hal yang menakutkan, sebab setiap insan akan mendapatkan ujian dari tuhannya,layaknya seorang pelajar yang menghadai ujian akhir. Kalau manusia mau belajar dan menganggap problema sebagai bagian dari proses perjalana hidup menuju bahagia, maka ia akan menggunakan akal dan pikirannya mencari jalan keluar dan berbuat sesuatu yang akan menyelesaikan problema yang ada, maka ia akan menemukan muara hikma yang menawarkan air pelepas dahaga.
Sebagai manusia mau tidak mau kita akan menjumpai yang namanya problema atau masalah. Tentu yang harus kita lakukan ialah memikirkan dan berbuat sesuatu untuk menyelesaikannya. Jangan pernah lari atau menyerah padanya, sebab manusia sudah dibekali akal dan pikiran serta hati sebagai alat bantu dalam menyelesaikan yang namanya problema.