Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘gempa padang’

Hari ini mengingatkanku pada peristiwa yang memiriskan hati setahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 30 september 2009, yakni dikala kota padang dan pariaman di guncang oleh gempa yang kekuatannya lebih kurang 8,4 SR. peristiwa itu sangat menggemparkan seantero Indonesia bahkan dunia, banyak korban yang berjatuhan. Mulai dari luka-luka hingga meninggal dunia. Bangunan-bangunan yang roboh dan menelan korban menambah duka yang mendalam.

Aku teringat akan detik-detik terjadinnya gempa dahsyat itu. Aku yang saat itu baru memasuki perguruan tinggi, masih enak-enaknya mengenal teman baru. Sore itu aku dan beberapa temanku berencana main bola di pantai belakang kampusku, tepatnya pantai gajah. Sebelum kami bermain bola, kami berkumpul di kos teman. Satu persatu teman-temanku sudah berdatangan. Aku dan teman-teman bersiap-siap menuju pantai, namun apa mau dikata, tepat jam enam lewat lima belasan menit kami dikejutkan oleh getaran yang dahsyat dari permukaan bumi.

Aku yang sedang memegang bola langsung lari pontang panting tak tentu arah. Yang jelas aku lari menjauhi pantai karena orang-orang disekitarku berteriak kalau air laut naik, tentu aku teringat akan peristiwa tsunami di aceh. Sambil berlari aku melihat bangunan yang bergoyang dan ada yang hamper rebah. Aku sangat shok melihat itu semua. Aku sendiri tak sadar kalau aku berlari dengan kaki telanjang, mungkin karena ketakutan aku tak merasa sakit apapun. Dan aku tidak menyadari kalau aku sudah terpisah dengan teman-temanku.

Aku terus berlari menuju by pass, yang aku rasa aman dari jangkauan tsunami seandainya akan terjadi musibah itu. Sesampainya di by pass, barulah aku bertemu dengan teman-temanku. Akhirnya kami berkumpul menjadi 10 orang. Kami berencana untuk jalan kaki menuju unand, karena kampus unand berada di derah perbukitan maka kami putuskan untuk kesana. Kami berjalan kaki dengan anggota sepuluh orang, aku terus berjalan sepanjang jalan by pass meski di benakku banyak hal yang terfikirkan., diantaranya, aku belum memberi kabar kepada keluarga tentang keberadaanku.

Sekitar jam dua belas malam kami sampai di kampus unand. Kami tidur di tenda darurat yang sudah di sediakan. Paginya aku beserta Sembilan orang temanku mulai pisah, ada yang memutuskan untuk pulang kampung atau ke tempat sanak dan familinya, aku memutuskan untuk pulang kerumah di lubuk buaya. Singkat cerita aku sampai di rumah dengan perjuangan yang melelahkan.

Dan sepanjang perjalan menuju lubuk buaya, aku menyaksikan pemandangan yang memiriskan hati, banyak bangunan yang ambruk dan banyak orang yang mengelilingi bangunan-bangunan itu, banyak yang menangis di sekitar melihat pengefakuasian korban yang ada di reruntuhan bangunan-bangunan itu.

Sungguh peristiwa yang membuat air mata jatuh dengan sendirinya dikala mengingat itu semua. Sekarang sudah setahun berlalunya bencana yang meluluh-lantakkan bumi minang. Bagi yang meninggal semoga diberi tempat yang indah di akhirat oleh sang Pencipta, dan bagi keluarga korban diberi ketabahan. Serta bagi kita warga minang tetap semangat menjalani hidup, karena musibah bukan keinginan kita tetapi itu sudah takdir dari yang kuasa, kita hanya bisa mengmbil hikmah dari itu semua. Kita harus bangkit dari kesedihan, kita bangun kembali ranah minang. Biarlah tragedi 30 september 2009 menjadi cacatan sejarah yang menggemparkan dan membuat air mata berjatuhan. Sekarang saatnya untuk membenahi diri dan bangkit dari kesedihan.

Padang 30 September 2010

Advertisements

Read Full Post »

30 september

setahun nan lalu bumiku diguncang

Nyawa melayang lalu hilang bersama malam

Malam kian mencekam

Bak harimau siap menerkam

Getaran kian menghantam

Tiang-tiang berjatuhan dan tenggelam

Teriakan memecah kebungkaman malam

Bumi marah padaku,padamu dan mereka nan nan biasa diam

Diam dikala gadis kecil meratapi kesedihan dikala malam

Sekarang daku hanya mampu diam menatap puing-puing bangunan

Padang,30 september 2010

Read Full Post »